top of page

KONSEP & PROYEK

LATAR BELAKANG PROYEK

I: LATAR BELAKANG
PROYEK

Komunitas Sihir Jepang di ranah roleplay X menaungi 2 projek, yaitu Sekolah Sihir Mahoutokoro JP yang menaungi para murid dan Kehidupan Penyihir Jepang Dewasa, yang berfokus pada kehidupan para alumni setelah mereka lulus, juga para staff, sebagai penyihir dewasa. Di sini, para penyihir yang telah menyelesaikan pendidikan mereka dapat memilih untuk menetap di komunitas, menjadi bagian dari masyarakat sihir Jepang sebagai penduduk aktif yang dikenal dengan status JMCitizen.

Tidak seperti saat masih berstatus murid, kehidupan sebagai penduduk ini berpusat pada kehidupan sehari-hari para penyihir dewasa—mulai dari bekerja, berkontribusi dalam berbagai bidang, hingga menikmati kehidupan sebagai warga komunitas sihir. Sistem yang diterapkan mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi yang lebih kompleks, memberikan pengalaman roleplay yang lebih luas dan mendalam.

Dengan adanya komunitas ini, para alumni dan staff memiliki ruang untuk terus berkembang dan mengeksplorasi dunia sihir Jepang di luar lingkungan akademik, membangun kehidupan mereka sendiri sebagai bagian dari masyarakat sihir yang lebih besar.

LATAR BELAKANG PROJEK

II: CANON DAN
PENGELOLAAN

LANDASAN CANON

Sistem pemerintahan komunitas ini didasarkan pada lore resmi dunia sihir yang dirilis oleh J.K. Rowling di Wizarding World (dulu Pottermore). Dalam penjelasan mengenai Mahoutokoro, Rowling menegaskan keberadaan Kementerian Sihir Jepang sebagai otoritas tertinggi sihir di negara ini.

Kutipan resmi:“If the robes turn white, this is an indication that the student has betrayed the Japanese wizard’s code and adopted illegal practices (which in Europe we call ‘Dark’ magic) or broken the International Statute of Secrecy. To ‘turn white’ is a terrible disgrace, which results in instant expulsion from the school and trial at the Japanese Ministry for Magic.” (Wizarding World – Mahoutokoro)

Sumber: Wizarding World – Mahoutokoro (Paragraf 2)

Juga disebut dalam Harry Potter Fandom (Wiki) bahwa sejak 1692, Kementerian Sihir Jepang bertugas menegakkan Statuta Kerahasiaan Internasional: “As of 1692, the Japanese Ministry of Magic had the additional responsibility of enforcing the International Confederation of Wizards' Statute of Wizarding Secrecy, and began to punish any violators for breaking it. Like the Magical Congress of the United States of America, the Japanese Ministry came to view it as one of their most sacred laws, since violating the Statute of Secrecy was considered to disgrace the offender. This also included the younger generation, seen as how breaching the Statutes meant a student ran the risk of being expelled from Mahoutokoro and face a trial at the Ministry.” (Harry Potter Fandom – Japanese Ministry of Magic)

 

Sumber: Harry Potter Fandom – Japanese Ministry of Magic

Dengan kata lain, Kementerian Sihir Jepang adalah bagian dari canon resmi dunia sihir.

MENGENAI PENGELOLA

  • Komunitas dipimpin langsung oleh penulis yang berperan sebagai Kepala Sekolah Mahoutokoro JP.

  • Jabatan seperti Menteri Sihir Jepang beserta struktur kementerian lainnya sepenuhnya bersifat NPC (Non Playable Character), untuk keperluan narasi dan worldbuilding, bukan jabatan pengelola OOC.

  • Semua urusan administratif OOC, pengembangan komunitas, hingga sistem komunitas sepenuhnya dipegang oleh tim pengelola.

Model pengelolaan ini dipilih dengan dasar:

  • Menjaga kesederhanaan struktur pengelola OOC, tanpa perlu adanya jabatan yang berpotensi mencampuradukkan IC dan OOC.

  • Memastikan koordinasi komunitas tetap stabil, jelas, dan tidak tumpang tindih.

CANON DAN PENGELOLAAN

III: STRUKTUR
MASYARAKAT

1. Pekerja Struktural

  • Definisi: Karakter penduduk dengan pekerjaan struktural (PS). Ranah perannya di seputar pengelolaan fasilitas, institusi, atau sistem komunitas (misalnya staf akademisi Mahoutokoro, kepala kantor/toko, karyawan, asisten individu tertentu, dan lain-lain yang sejenis).

  • Peran: Mengelola dan menjalankan sistem komunitas baik secara IC maupun OOC.

  • Hak: Mendapat pendapatan tetap berupan Uang (両) dan Life Point (LP).

  • Kewajiban: Memenuhi beban kerja OOC dan IC sesuai keperluan instansi, membayar hunian dan biaya hidup, Membayar hunian dan biaya hidup, melakukan kunjungan fasilitas publik, memastikan sistem komunitas berjalan lancar, menjaga hubungan sosial yang sehat, dan mematuhi aturan komunitas.

 

2. Pekerja Naratif

  • Definisi: Karakter penduduk dengan pekerjaan naratif (PN), yaitu pekerjaan yang dilakukan sepenuhnya secara IC tanpa tanggung jawab OOC pengelolaan komunitas dan sepenuhnya dilakukan dalam bentuk plot. Contohnya: pemburu kegelapan, spesialis mantra, sejarawan sihir, dsb.

  • Peran: Mengembangkan worldbuilding komunitas melalui plot sesuai pekerjaan naratif yang dimiliki.

  • Hak: Mendapat pendapatan tetap berupa Uang (両), Mastery Point (MP), dan Life Point (LP).

  • Kewajiban: Memenuhi beban kerja sesuai pekerjaan yang dimiliki, membayar hunian dan biaya hidup, Membayar hunian dan biaya hidup, melakukan kunjungan fasilitas publik, menjaga hubungan sosial yang sehat, dan mematuhi aturan komunitas.

3. Pengangguran

  • Definisi: Karakter penduduk yang tidak memiliki profesi aktif, termasuk pensiunan.

  • Peran: Berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan kegiatan komunitas yang ada.

  • Hak: Memperoleh Life Point (LP) dari kunjungan fasilitas publik dan keikutsertaan dalam kegiatan komunitas.

  • Kewajiban: Membayar hunian dan biaya hidup, melakukan kunjungan fasilitas publik, menjaga hubungan sosial yang sehat, dan mematuhi aturan komunitas.

STRUKTUR MASYARAKAT
a japanese traditional building, majestic.jpg
a japanese traditional building, majestic.jpg
a japanese traditional building, majestic.jpg

CITIZEN ADM. OFFICE

HOUSING AFFAIRS OFFICE

NARRATIVE WORK AFFAIRS OFFICE

JAPANESE MAGICAL COMMUNITY, 2025
ROLEPLAYING PURPOSES ONLY
bottom of page