
PEKERJAAN NARATIF
SPESIALIS MANTRA
DESKRIPSI
DAN LEVELING
Spesialis Mantra adalah penyihir yang bertugas meneliti, menciptakan, memodifikasi, dan menyempurnakan mantra. Mereka bekerja di bawah Kementerian Sihir Jepang, tepatnya di Departemen Riset & Pengembangan Sihir.
Tugas utama:
-
Mengembangkan mantra baru & mendokumentasikannya.
-
Meneliti kelemahan & penyempurnaan mantra lama.
-
Menguji keamanan & efek samping mantra sebelum dilegalkan.
-
Bekerja sama dengan divisi lain untuk aplikasi mantra di berbagai bidang (medis, pertahanan, dll.).
Level | Gelar Jabatan | MP untuk Unlock Level |
|---|---|---|
Lv 1 | Peneliti Mantra Junior (初級呪文研究員 / Shokyū Jumon Kenkyūin) | - |
Lv 2 | Peneliti Mantra Madya (中級呪文研究員 / Chūkyū Jumon Kenkyūin) | 6 MP |
Lv 3 | Ahli Mantra (呪文学者 / Jumon Gakusha) | 12 MP |
Lv 4 | Master Mantra (呪文師範 / Jumon Shihan) | 18 MP |
CAKUPAN PEKERJAAN
Spesialis Mantra bertugas dalam penciptaan, modifikasi, dan penyempurnaan mantra sihir. Mereka bekerja di bawah Kementerian Sihir Jepang dalam berbagai bidang penelitian dan pengembangan.
Level 1 – Peneliti Mantra Junior (初級呪文研究員 / Shokyū Jumon Kenkyūin)
-
Melakukan penelitian dasar mengenai struktur mantra dan teori sihir.
-
Menguji perubahan kecil dalam mantra yang sudah ada.
-
Mendokumentasikan hasil uji coba sederhana di bawah pengawasan ahli senior.
-
Membantu eksperimen mantra tingkat rendah (seperti penyesuaian intonasi atau perubahan kecil dalam efek mantra).
-
Menulis laporan teknis sederhana untuk keperluan kementerian.
-
Hanya boleh melakukan eksperimen mantra dengan izin dari senior.
-
Fokus masih teori dasar dan riset awal, belum boleh memodifikasi mantra besar atau bereksperimen sendiri.
Level 2 – Peneliti Mantra Madya (中級呪文研究員 / Chūkyū Jumon Kenkyūin)
-
Mengembangkan modifikasi minor pada mantra yang sudah ada (contoh: mempercepat waktu aktivasi, menyesuaikan efek mantra dalam situasi tertentu).
-
Mulai melakukan eksperimen mantra sendiri dengan batasan tingkat kekuatan.
-
Menganalisis dan memperbaiki kelemahan mantra sihir yang sudah ada.
-
Berpartisipasi dalam pengujian lapangan bersama tim kementerian.
-
Menjadi mentor bagi peneliti junior dalam pengujian mantra sederhana.
-
Dapat mengusulkan proyek riset mantra kepada kementerian.
-
Mulai punya wewenang melakukan eksperimen sendiri, tapi masih dalam skala terbatas. Bisa berkontribusi lebih besar ke penelitian mantra.
Level 3 – Ahli Mantra (呪文学者 / Jumon Gakusha)
-
Mengembangkan modifikasi besar terhadap mantra yang sudah ada (contoh: menambah efek baru pada mantra, meningkatkan efisiensi sihir).
-
Menciptakan mantra baru dalam skala terbatas (hanya untuk keperluan kementerian).
-
Melakukan pengujian mantra tingkat tinggi yang lebih kompleks.
-
Bertanggung jawab atas tim riset mantra di kementerian.
-
Dapat menangani proyek riset jangka panjang yang dibiayai oleh kementerian.
-
Bisa memberikan konsultasi kepada departemen lain terkait penerapan sihir dalam berbagai bidang.
-
Mulai bisa menciptakan mantra baru dalam skala terbatas dan punya otoritas lebih besar dalam penelitian dan pengembangan mantra.
Level 4 – Master Mantra (呪文師範 / Jumon Shihan)
-
Menciptakan mantra baru dari nol dan melakukan uji coba lanjutan.
-
Berkontribusi langsung dalam mengembangkan standar baru dalam penggunaan dan pengamanan mantra di Jepang.
-
Mengawasi riset tingkat tinggi dalam pengembangan sihir nasional.
-
Memiliki kewenangan untuk menetapkan regulasi dalam penciptaan dan modifikasi mantra.
-
Menulis buku, jurnal, atau publikasi akademik tentang teori sihir.
-
Bisa menjadi narasumber utama dalam diskusi dan perumusan kebijakan penggunaan mantra.
-
Otoritas tertinggi dalam bidang mantra, dapat menciptakan dan mengatur regulasi mantra di komunitas sihir Jepang.
Kesimpulan – Perbedaan Tiap Level
-
Lv 1: Masih belajar, hanya riset teori dan modifikasi kecil dengan pengawasan.
-
Lv 2: Bisa eksperimen sendiri, mulai berkontribusi pada pengembangan mantra.
-
Lv 3: Bisa menciptakan modifikasi besar dan mengawasi tim riset.
-
Lv 4: Bisa menciptakan mantra baru, menetapkan regulasi, dan memimpin riset nasional.
BATASAN
PENGEMBANGAN PLOT
Batasan Lore & Konsep dalam Pengembangan Plot
1. Sihir Lima Elemen Utama sebagai Fondasi Dasar Mantra
-
Semua mantra di dunia sihir Jepang berlandaskan pada Lima Elemen Utama: Tanah (地), Air (水), Api (火), Angin (風), dan Ruang (空).
-
Setiap penelitian mantra harus tetap mengikuti prinsip elemen-elemen ini, baik dalam penciptaan mantra baru maupun dalam modifikasi mantra yang sudah ada.
-
Jika seorang spesialis mantra ingin mengembangkan mantra baru, ia harus memahami elemen utama yang bekerja dalam mantra tersebut dan bagaimana efeknya beradaptasi dengan perubahan
-
Penulis diperbolehkan menggunakan Elemen Pendukung sesuai kreativitas untuk menyesuaikan efek mantra dengan tidak meninggalkan keterlibatan elemen utama.
-
Gunakan buku ajar Sihir Lima Elemen Utama dan Seni Mantra di Mahoutokoro JP sebagai acuan pengembangan plot. Dapat ditemukan pada menu Administratif bagian Arsip. ( KLIK DI SINI )
2. Tidak Menggunakan Tongkat Sihir
-
Penyihir Jepang tidak menggunakan tongkat sihir, tetapi mengandalkan penguasaan energi sihir secara langsung.
-
Perapalan mantra dilakukan melalui fokus energi, intonasi, dan teknik khusus yang telah diajarkan di Mahoutokoro.
-
Penelitian yang dilakukan tidak boleh melibatkan konsep tongkat sebagai media utama, tetapi harus berfokus pada penguatan teknik perapalan, kestabilan energi, dan optimalisasi efektivitas mantra
3. Berpatokan pada Dasar Ilmu Mantra dari Mahoutokoro
-
Semua spesialis mantra dianggap telah mempelajari pengajaran dasar mantra dari Mahoutokoro, sehingga penelitian dan pengembangan mantra tetap harus berlandaskan teori yang telah diajarkan di sana.
-
Modifikasi dan penciptaan mantra baru diperbolehkan, tetapi harus tetap logis dan tidak boleh bertentangan dengan struktur dasar sihir Jepang yang diajarkan.
4. Perubahan Mantra & Efeknya
Dalam dunia sihir Jepang, modifikasi mantra yang dilakukan oleh kementerian tidak serta-merta langsung mengubah efek bagi semua penyihir yang telah menggunakannya sebelumnya. Ada proses transisi dan penyesuaian agar perubahan ini dapat diadaptasi oleh para pengguna sihir. Berikut adalah logika yang digunakan:
-
Mantra sebagai "Formula Energi" yang Tersimpan dalam Kesadaran Kolektif
-
Mantra yang sudah digunakan secara luas telah menjadi bagian dari pola sihir kolektif di masyarakat.
-
Penyihir mengakses mantra ini melalui kombinasi ingatan, pengaturan energi, dan pelatihan yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun.
-
Karena itu, modifikasi yang dilakukan oleh kementerian tidak otomatis mengubah cara kerja mantra yang sudah tertanam dalam kebiasaan pengguna.
-
-
Apa yang Terjadi Saat Kementerian Memodifikasi Mantra?
-
Ketika sebuah mantra diperbarui atau dimodifikasi oleh kementerian, ada dua kemungkinan:
-
Modifikasi Struktural Besar → Butuh "Update Kesadaran" melalui Pengumuman & Pelatihan
-
Jika perubahan pada mantra bersifat fundamental (misalnya perubahan pada pola aktivasi energi atau elemen utama), maka penyihir yang sudah terbiasa menggunakan versi lama tidak akan langsung bisa merasakan efek modifikasi baru.
-
Diperlukan pengumuman resmi dari kementerian, biasanya dalam bentuk panduan dan pelatihan ulang, agar penyihir dapat menyesuaikan diri dengan versi terbaru.
-
Mantra versi lama masih dapat digunakan, tetapi bisa mengalami efek samping seperti kestabilan yang berkurang atau efisiensi yang menurun jika tidak segera beradaptasi dengan versi terbaru.
-
Contoh Kasus: Kementerian memperbarui Kekkai Shinkō (結界振興), salah satu mantra perlindungan, agar lebih tahan terhadap serangan berbasis Ruang (空). Penyihir yang telah menggunakan versi lama perlu mengikuti panduan baru untuk menyesuaikan pola energi mereka, agar mantra tetap berfungsi dengan optimal.
-
-
Modifikasi Kecil / Efisiensi Energi → Efek Langsung tanpa Perlu Penyesuaian
-
Jika modifikasi hanya bersifat penyesuaian kecil (misalnya meningkatkan efisiensi energi atau mempercepat waktu aktivasi), maka mantra akan secara otomatis menyesuaikan bagi pengguna tanpa memerlukan perubahan cara perapalannya.
-
Ini terjadi karena perubahan tersebut masih berada dalam pola sihir yang sama, hanya dioptimalkan agar lebih baik.
-
Penyihir yang sudah terbiasa menggunakan mantra ini tetap dapat merapalnya seperti biasa, tetapi akan merasakan perubahan efek secara alami tanpa harus beradaptasi ulang.
-
Contoh Kasus: Kementerian mempercepat waktu aktivasi Kaifuku no Shizuku (回復の雫), salah satu mantra penyembuhan, agar energi sihir tersalurkan lebih cepat tanpa mengubah strukturnya. Penyihir yang menggunakan mantra ini secara otomatis akan merasakan efek lebih cepat tanpa harus mengubah cara penggunaannya.
-
-
5. Koridor Kreatif
-
Eksplorasi Sejarah dan Evolusi Mantra
-
Penulis dapat menggali bagaimana mantra tertentu berkembang dari masa ke masa, termasuk perubahan dalam formulasi, gestur, atau bahan yang digunakan.
-
Misalnya, studi tentang asal-usul mantra pertahanan yang berkembang dari metode kuno berbasis talisman hingga versi modern berbasis intonasi cepat.
-
-
Penemuan Manuskrip Mantra yang Terlupakan
-
Penggalian dokumen atau catatan kuno dapat mengungkapkan mantra yang pernah ada tetapi hilang atau dianggap berbahaya.
-
Contohnya, sebuah gulungan dari era Kamakura yang berisi mantra yang hanya dapat diaktifkan dengan kondisi tertentu, tetapi telah hilang karena dianggap terlalu sulit untuk dikendalikan.
-
-
Eksperimen dan Inovasi Mantra Baru
-
Mengembangkan teori atau eksperimen tentang bagaimana mantra dapat dimodifikasi atau digabungkan untuk menciptakan efek yang lebih kompleks.
-
Sebagai contoh, seorang spesialis mantra mencoba menyempurnakan mantra penerangan sehingga dapat berubah warna sesuai dengan intensitas energi di sekitarnya.
-
-
Eksperimen Modifikasi Mantra
-
Meneliti kemungkinan perubahan dalam struktur mantra untuk menghasilkan efek yang lebih presisi atau efisien.
-
Misalnya, mengembangkan versi mantra melayang yang lebih hemat energi atau meningkatkan stabilitas mantra perlindungan dalam kondisi ekstrem.
-
-
Penemuan dan Rekonstruksi Mantra yang Hilang
-
Mengidentifikasi mantra yang pernah digunakan tetapi kini jarang atau tidak lagi diajarkan karena berbagai alasan.
-
Contohnya, sebuah mantra pemulihan yang dulunya populer tetapi hilang karena adanya versi lain yang lebih mudah, padahal memiliki potensi unik yang belum dikembangkan lebih lanjut.
-
-
Integrasi Mantra dengan Objek atau Media Lain
-
Meneliti bagaimana mantra dapat disematkan pada benda atau dikombinasikan dengan unsur sihir lain seperti jimat, tinta sihir, atau pola ritual tertentu.
-
Contohnya, menciptakan metode untuk menyimpan mantra dalam kristal sihir sehingga bisa digunakan tanpa harus diucapkan langsung.
-
BANTUAN
PROMPT
Prompt yang disediakan di bawah hanyalah opsi tambahan yang dapat digunakan oleh penulis apabila mengalami writer's block atau kesulitan dalam mengembangkan plot. Prompt ini bukan batasan mutlak dalam menulis cerita, melainkan sebagai alat bantu untuk memberikan inspirasi dan arah dalam eksplorasi karakter serta alur cerita yang berkaitan dengan profesi.
Penulis tetap memiliki kebebasan penuh dalam mengembangkan plot, menciptakan konflik, serta mengeksplorasi dinamika dunia sihir Jepang sesuai dengan lore dan sistem yang telah ditetapkan dalam komunitas. Jika ingin membuat cerita yang berbeda dari prompt yang ada, silakan selama tetap mengikuti batasan pengembangan plot dan cakupan pekerjaan yang sudah ditentukan tiap levelnya.
Gunakan prompt ini sebagai referensi, bukan sebagai satu-satunya jalan untuk menulis. Kreativitas tetap menjadi hal utama!
