
WILAYAH
JEPANG UTAMA
LATAR BELAKANG PROYEK
GARIS BESAR WILAYAH
Jepang, di mata dunia non-sihir, dikenal sebagai negeri kepulauan di Asia Timur — tanah dengan gunung yang menjulang, lautan biru yang luas, dan kota-kota modern yang berkilau. Namun, di balik lapisan dunia yang terlihat, tersembunyi jaringan kehidupan sihir, cabang dari Pulau Onogoro dan Pulau Minami Iwo Jima, yang telah berdiri jauh sebelum zaman modern dimulai.
Secara geografis, Jepang terbagi ke dalam delapan wilayah besar yang disebut region, dan di dalamnya terdapat empat puluh tujuh prefektur yang berfungsi layaknya provinsi. Struktur ini juga diikuti oleh masyarakat sihir, karena mereka menjaga keseimbangan dengan tatanan dunia non-sihir. Namun, di antara prefektur-prefektur itu terdapat wilayah tersembunyi yang tak tampak di peta biasa — tempat para penyihir hidup, belajar, dan melestarikan kekuatan mereka secara turun-temurun. Wilayah-wilayah ini disebut sebagai komunitas sihir, dan bentuknya terbagi menjadi dua: desa sihir distrik sihir.
Bagi manusia biasa, tempat-tempat ini tak mungkin ditemukan. Ruang mereka dilindungi oleh sihir pengaburan, sementara para penyihir berpindah antarwilayah lewat transportasi sihir atau teleportasi dengan perapalan mantra. Dari utara hingga selatan Jepang tersebar berbagai komunitas sihir dengan ciri khasnya masing-masing.
LATAR BELAKANG PROYEK
DESASANUKI
(讃岐魔法村)
📍 Letak: Kagawa Prefecture, Shikoku Region
Fokus Utama:
Alkimia Air dan Garam — fokus utama Desa Sanuki adalah pengolahan energi sihir yang bersumber dari air laut asin dan mineral alami. Para penyihir di sini dikenal sebagai Shio Renkinjutsushi (錬塩術師, “alkemis garam”), yang mengolah kristal garam magis menjadi bahan pemurnian, pelindung, dan penyeimbang energi tubuh. Ramuan buatan mereka banyak digunakan di rumah sakit sihir Onogoro dan laboratorium Mahoutokoro untuk menstabilkan energi magis yang tidak seimbang.
Letak dan Akses:
Desa Sanuki tersembunyi di kawasan pesisir timur laut Pulau Shikoku, tepatnya di Prefektur Kagawa, wilayah yang pada peta muggle dikenal sebagai bagian dari Kota Takamatsu. Wilayah ini berhadapan langsung dengan Laut Pedalaman Seto, sebuah laut sempit yang memisahkan Shikoku dan Honshu. Dari kota Takamatsu, muggle hanya akan melihat pesisir biasa dengan perkampungan nelayan dan lahan garam; namun bagi penyihir, di balik ilusi ombak terdapat gerbang air yang mengalir ke desa bawah-bukit — Desa Sanuki.
Akses standar dan umum biasanya melalui dua jalur:
-
Teleportasi menggunakan rapalan mantra, untuk sampai ke Portal laut Seto no Kekkai — hanya terbuka setiap tengah malam saat pasang tinggi, menampakkan jembatan cahaya menuju dermaga magis desa.
-
Kereta bawah permukaan dari Naniwa District (Osaka) — jalur rahasia yang melintasi dasar laut, digunakan untuk distribusi bahan sihir.
Bagi mereka yang merupakan penghuni desa, portal langsung dari distrik Chūshin tersedia langsung ke depan tiap hunian. Aksesnya dibatasi untuk warga terdaftar dan pegawai pemerintahan.
Geografis dan Iklim:
Prefektur Kagawa merupakan wilayah paling kering di Jepang, dengan curah hujan rendah namun sinar matahari yang stabil hampir sepanjang tahun. Tanahnya kaya mineral karena bekas aktivitas vulkanik tua dari Pegunungan Goshikidai. Desa Sanuki sendiri terletak di antara pesisir asin dan teras batu kapur, dengan pemandangan Laut Pedalaman Seto di kejauhan. Iklimnya hangat dan lembap di musim panas, namun angin laut yang asin selalu membuat udara terasa bersih. Di malam hari, partikel garam di udara berkilau seperti bintang — efek alami yang diyakini muncul karena resonansi antara mineral dan energi sihir tanah.
Klan yang Mendominasi: Klan Uzuhara (渦原家)
Salah satu klan tertua di Jepang bagian barat, keturunan penyihir laut yang konon belajar dari roh air di Tokushima. Uzuhara dikenal dengan sihir pemurnian dan teknik mengubah air asin menjadi kristal magis. Mereka juga menjadi penjaga Sumur Sumiyoshi, sumur tua di pusat desa yang menjadi sumber utama energi pemurnian Sanuki. Anggota klan ini memiliki tanda lahir berupa garis pusaran samar di pergelangan tangan — simbol keterikatan dengan arus laut.
Suasana dan Kehidupan Warga:
Kehidupan di Desa Sanuki berjalan lambat, teratur, dan damai, mengikuti irama pasang surut laut. Rumah-rumah penduduk asli beratap datar dengan dinding berlapis garam kristal yang memantulkan cahaya lembut saat malam. Setiap sore, warga menjemur kristal garam hidup di halaman depan — sebuah tradisi untuk “menyegarkan energi” desa. Anak-anak dilatih sejak dini untuk membaca arus sihir laut dan membedakan warna gelombang, karena setiap warna menandakan emosi roh air yang berbeda.
Suara lonceng dari kuil Sumur Sumiyoshi menandai pergantian pasang; saat itu, seluruh desa hening sejenak — bentuk penghormatan kepada laut yang menjadi sumber kehidupan mereka. Mereka jarang meninggalkan desa tanpa alasan penting, namun sangat ramah kepada pengunjung yang berniat baik. Para peneliti sihir sering datang ke sini untuk mempelajari hubungan antara kadar garam dan kestabilan energi sihir tubuh.

LATAR BELAKANG PROYEK
DISTRIK NANIWA
(難波魔法区)
📍 Letak: Osaka Prefecture, Kinki Region
Fokus Utama:
Sihir Transportasi dan Perdagangan Magis Modern — Distrik Naniwa dikenal sebagai pusat pergerakan sihir urban Jepang. Distrik ini menjadi jantung ekonomi dunia sihir di wilayah barat, tempat berbagai artefak, ramuan, dan teknologi magis diperdagangkan. Penyihir di sini mengembangkan jaringan teleportasi dan kurir magis, serta sistem distribusi rahasia yang memasok bahan sihir ke komunitas lain di seluruh Jepang Utama.
Naniwa juga menjadi rumah bagi para Tekumajutsushi (テク魔術師) — penyihir teknokreasi magis yang memadukan sihir dengan mesin dan perangkat modern.
Letak dan Akses:
Distrik Naniwa tersembunyi di pusat Kota Osaka, yang berada di Prefektur Osaka, wilayah tengah dari Kinki (Kansai) Region, Jepang bagian barat. Osaka sendiri adalah kota pelabuhan besar yang berdiri di muara Sungai Yodo, di antara Teluk Osaka dan daratan Kansai. Di dunia muggle, kawasan ini dikenal sebagai distrik perniagaan yang ramai, penuh pusat belanja dan lampu neon — seperti Namba, Shinsaibashi, dan Dōtonbori. Namun bagi dunia sihir, di bawah jalanan berlapis beton dan rel kereta bawah tanah itulah Distrik Naniwa berada.
Akses standar dan umum biasanya melalui dua jalur:
-
Teleportasi menggunakan rapalan mantra untuk sampai ke gerbang ilusi tersembunyi di Stasiun Namba Lama.
-
Kereta bawah permukaan — jalur rahasia yang melintasi dasar laut, digunakan untuk distribusi bahan sihir.
Bagi mereka yang merupakan penghuni distrik, portal langsung dari distrik Chūshin tersedia langsung ke depan tiap hunian. Aksesnya dibatasi untuk warga terdaftar dan pegawai pemerintahan.
Gerbang utama distrik dikenal sebagai Kuzunoha Gate, dinamai dari rubah legendaris penjaga Osaka. Siapa pun yang tidak memiliki izin magis akan tersesat dalam labirin peron tua yang tak berujung, karena seluruh kawasan dijaga oleh ilusi pelindung berskala kota.
Geografis dan Iklim:
Secara alami, Osaka terletak di dataran rendah lembap di muara Sungai Yodo yang mengalir ke Teluk Osaka. Iklimnya subtropis lembap, dengan musim panas yang panas dan lembap (suhu sering mencapai 35°C) serta musim dingin yang ringan. Karena topografi datar, Osaka sering dilanda angin laut, dan itu menciptakan aliran energi sihir udara yang kuat di bawah tanah.
Energi di Distrik Naniwa bergerak cepat, berputar seperti arus listrik. Struktur kota bawah tanah dibangun mengikuti jaringan energi ini — lorong-lorongnya bercahaya samar biru keperakan, berdenyut seirama dengan “napas” sihir urban Osaka.
Klan yang Mendominasi: Klan Kuroe (黒江家)
Klan ini adalah keluarga penyihir tertua di Osaka yang menguasai sihir transportasi dan jaringan informasi magis. Mereka mengembangkan “Naniwa Weave” (難波の織り網) — sistem jaringan sihir yang memungkinkan komunikasi jarak jauh antar distrik melalui simpul energi di bawah kota.
Kuroe juga dipercaya menjadi pengelola resmi Kuzunoha Gate, memastikan keseimbangan antara lalu lintas manusia biasa dan aktivitas penyihir di dunia bawah tanah. Anggota klan ini terkenal dengan kemampuan “menenun cahaya”, yaitu menciptakan jalur teleportasi dari kilau udara lembap.
Suasana dan Kehidupan Warga:
Berbeda dari desa-desa sihir yang tenang, kehidupan di Distrik Naniwa cepat, ramai, dan penuh warna — mencerminkan denyut Osaka di atasnya. Lorong-lorongnya diterangi oleh lentera kaca dan layar sihir bercahaya neon; kafe magis bersebelahan dengan bengkel penyihir muda; dan pasar malam bawah tanah menjual segala hal, dari tinta ramuan hingga artefak urban.
Warga Naniwa terkenal ceria, blak-blakan, dan cerdas berdagang, sebagaimana reputasi warga Osaka di dunia muggle. Mereka terbuka pada penyihir dari luar daerah, tapi punya aturan ketat: “Kau boleh berdagang di sini, tapi tak boleh menipu harga.”. Meskipun hiruk-pikuk, distrik ini memiliki ketertiban sendiri — setiap transaksi, bahkan yang tampak kacau, selalu tercatat di “Ledger of Light”, sistem pencatatan sihir yang berdenyut bersama energi kota.

LATAR BELAKANG PROYEK
DISTRIK SENDAI
(仙台魔法区)
📍 Miyagi Prefecture, Tōhoku Region
Fokus utama:
Pusat studi roh leluhur dan eksorsisme di wilayah timur laut Jepang. Distrik ini menjadi tempat berkumpulnya para onmyōji, biksu spiritual, dan penyihir yang berfokus pada keseimbangan antara dunia manusia dan dunia arwah.
Letak dan Akses:
Distrik sihir ini tersembunyi di balik kompleks kuil kuno di Aobayama, dataran tinggi yang menaungi Kota Sendai, ibu kota Prefektur Miyagi di wilayah Tōhoku. Sendai sendiri terletak di pesisir timur Pulau Honshu, menghadap ke Samudra Pasifik. Dari Tokyo, kota ini dapat dicapai dalam waktu sekitar satu setengah jam dengan kereta cepat Shinkansen Tōhoku.
Akses paling umum bagi kalangan sihir adalah melalui Aoba Shrine, sebuah kuil yang benar-benar yang dibangun untuk menghormati Date Masamune — penguasa legendaris Sendai. Untuk sampai ke torii ini, penyihir dapat menggunakan teleportasi rapalan mantra.
Bagi mereka yang merupakan penghuni distrik, portal langsung dari distrik Chūshin tersedia langsung ke depan tiap hunian. Aksesnya dibatasi untuk warga terdaftar dan pegawai pemerintahan.
Geografis dan Iklim:
Sendai berada di wilayah dengan empat musim yang jelas. Musim dinginnya bersalju, musim panasnya sejuk dibandingkan Tokyo, dengan angin lembap dari Pasifik yang membawa kabut pagi ke lembah-lembah Aobayama. Di musim gugur, hutan-hutan mapel di sekitar distrik berubah warna menjadi merah tua dan oranye, menjadi momen paling sakral bagi penduduk sihir karena dipercaya tirai antara dunia roh dan dunia manusia menipis pada waktu itu.
Klan yang Mendominasi: Klan Hōjōin (法定院家)
Garis keturunan tua yang dikenal sebagai penjaga reikon no michi (jalan roh). Mereka ahli dalam eksorsisme tingkat tinggi dan mampu memanggil roh penjaga leluhur untuk membantu dalam ritual. Klan ini juga dipercaya menyimpan Ofuda Biraki, naskah segel roh yang diturunkan sejak zaman Heian dan menjadi salah satu artefak spiritual paling berbahaya di wilayah utara Jepang.
Suasana dan Kehidupan Warga:
Suasana di distrik ini tenang dan mistis. Rumah-rumah kayu berdiri di lereng berkabut, dikelilingi taman batu dan kolam yang tenang. Aroma dupa selalu samar tercium di udara. Warga Distrik Sendai hidup selaras dengan roh — setiap keluarga memiliki altar kecil untuk menghormati arwah pelindungnya. Malam hari menjadi waktu paling aktif: para penyihir melakukan ritual komunikasi roh, menulis jimat, atau meneliti fenomena spiritual di ruang bawah tanah yang disebut yūrei kenkyū-shitsu. Meski tampak tertutup, mereka sangat disiplin dan berwawasan luas. Banyak anggota muda distrik ini dikirim ke Mahoutokoro untuk mempelajari cabang sihir modern, sebelum kembali untuk menjaga keseimbangan dunia arwah di utara Jepang.

LATAR BELAKANG PROYEK
DESA FUJI
(富士魔法村)
📍 Letak: Yamanashi Prefecture, Chūbu Region
Fokus Utama:
Pusat praktik sihir spiritual dan ilusi tertua di Jepang. Desa ini menjadi tempat pelatihan para penyihir yang berfokus pada penyatuan kekuatan alam dan batin, terutama melalui meditasi dan manipulasi energi spiritual di bawah aura sakral Gunung Fuji.
Letak dan Akses:
Desa ini tersembunyi di lereng utara Gunung Fuji, di dalam kawasan Aokigahara Jukai, hutan lebat yang membentang di sisi utara gunung. Wilayah ini termasuk dalam Prefektur Yamanashi, di Region Chūbu, tepat di barat daya Tokyo. Secara dunia muggle, kawasan ini dikenal sebagai area wisata alam yang memukau sekaligus misterius. Namun di balik jalur hutan yang padat, terdapat jalan kabut ilusi yang hanya dapat dilihat oleh penyihir.
Akses paling umum bagi kalangan sihir adalah melalui Torii Kiri no Michi — gerbang kabut spiritual yang muncul hanya saat kabut pagi turun dari puncak Fuji. Untuk sampai ke torii ini, penyihir dapat menggunakan teleportasi rapalan mantra.
Bagi mereka yang merupakan penghuni desa, portal langsung dari distrik Chūshin tersedia langsung ke depan tiap hunian. Aksesnya dibatasi untuk warga terdaftar dan pegawai pemerintahan.
Geografis dan Iklim:
Kawasan Gunung Fuji memiliki iklim pegunungan yang dingin dan lembap, dengan suhu rendah di malam hari bahkan pada musim panas. Salju turun di musim dingin, sementara musim semi membawa kabut tipis yang berkilau oleh sinar matahari pagi. Tanahnya terbentuk dari endapan lava tua, kaya mineral, dan dikelilingi oleh pepohonan cedar serta pinus raksasa. Energi sihir di sini kuat dan murni — konon berasal dari “napas gunung” yang menembus dari bawah tanah hingga ke udara.
Klan yang Mendominasi: Klan Amakusa (天草家)
Garis keturunan penyihir spiritual yang mempelajari gen’un no jutsu (seni kabut ilusi). Mereka terkenal mampu menciptakan ilusi yang begitu nyata hingga dapat menipu roh penjaga gunung. Klan ini dipercaya memiliki hubungan langsung dengan penjaga spiritual Fuji, seekor naga putih yang disebut Hakuryū. Setiap generasi, satu anggota keluarga Amakusa dipilih sebagai “Pendengar Kabut” (Kiri no Kiku-mono), yang bertugas menjaga keseimbangan energi spiritual gunung agar tidak meluap dan menyebabkan bencana.
Suasana dan Kehidupan Warga:
Kehidupan di Desa Fuji berjalan tenang dan penuh disiplin. Rumah-rumah kayu berdiri di antara pohon cedar, beratap jerami dengan jimat kertas tergantung di setiap ambang pintu. Warga desa bangun sebelum matahari terbit untuk bermeditasi di tepi mata air panas yang dianggap suci. Siang hari mereka mempelajari seni pengendalian ilusi, menenun kabut, atau membuat jimat pelindung dari batu lava Fuji. Malam hari sering diisi dengan ritual tsukikagari, upacara penyatuan energi bulan dengan napas gunung, di mana seluruh desa diterangi hanya oleh lentera kertas putih.Desa Fuji adalah tempat di mana keheningan bukan sekadar kebiasaan — melainkan cara berkomunikasi dengan gunung yang hidup.

LATAR BELAKANG PROYEK
DESA BEPPU
(別府魔法村)
📍 Letak: Ōita Prefecture, Kyūshū Region
Fokus Utama:
Pusat alkimia penyembuhan dan penelitian energi panas bumi sihir. Desa ini terkenal di kalangan penyihir Jepang sebagai tempat terbaik untuk mempelajari seni pengolahan energi alam panas — memanfaatkan uap, belerang, dan mineral bumi sebagai bahan ramuan serta katalis sihir penyembuhan.
Letak dan Akses:
Desa ini tersembunyi di kawasan Beppu, sebuah kota pesisir yang terletak di Prefektur Ōita, Region Kyūshū, di bagian barat daya Jepang. Beppu di dunia muggle dikenal sebagai kota sumber air panas terbesar di Jepang, dengan ribuan kolam uap yang mengepul di antara perbukitan dan laut. Namun, jauh di balik kawasan Jigoku Meguri (rangkaian “neraka panas bumi” yang terkenal), terdapat jalur kabut ilusi yang hanya bisa ditembus oleh penyihir yang membawa hōon-seki — batu kecil yang menyimpan panas alami bumi. Jalur ini mengarah ke Desa Beppu, komunitas tersembunyi yang berdiri di atas sistem aliran panas bumi kuno.
Akses paling umum bagi kalangan sihir adalah melalui Stasiun Langit Kannawa, menggunakan kereta terbang kastil yang berangkat dari stasiun langit manapun. Dari sana, penyihir turun dengan lift uap yang dijalankan oleh energi panas bumi hingga mencapai pintu masuk desa, berupa gerbang batu berlumut dengan pilar-pilar uap tipis menyelubunginya. Penyihir juga dapat melakukan teleportasi rapalan mantra yang terbatas hanya sampai di bawah Stasiun Langit Kannawa.
Bagi mereka yang merupakan penghuni desa, portal langsung dari distrik Chūshin tersedia langsung ke depan tiap hunian. Aksesnya dibatasi untuk warga terdaftar dan pegawai pemerintahan.
Geografis dan Iklim:
Beppu memiliki iklim pesisir yang lembap dan hangat, dengan suhu sedang sepanjang tahun. Namun, karena aktivitas vulkanik tinggi di bawah tanah, udara di sekitar desa sering terasa hangat dan beraroma belerang alami. Dari tepi desa, laut terlihat jelas — gelombang berpadu dengan kabut panas, menciptakan pemandangan yang tampak seperti mimpi. Saat malam tiba, cahaya dari kolam uap memantul di permukaan air laut, menciptakan kesan seolah-olah seluruh garis pantai berpendar lembut. Energi sihir di Beppu berputar cepat dan berdenyut kuat — sering disebut sebagai “napas bumi”, sumber daya utama bagi para alkemis di sini.
Klan yang Mendominasi: Klan Hōjūin (宝珠院家)
Keluarga penyihir alkimia dan tabib yang telah bermukim di Beppu selama berabad-abad. Mereka menguasai Yōnetsu no Jutsu (seni alkimia panas), yaitu kemampuan mengubah energi panas bumi menjadi bahan ramuan penyembuh atau bahan bakar sihir murni. Anggota klan ini sering diundang oleh pemerintahan sihir Jepang untuk membantu menstabilkan wilayah yang mengalami ketidakseimbangan energi tanah, karena mereka mampu “mendengarkan” getaran dari dalam bumi. Menurut legenda setempat, leluhur mereka pernah menyegel naga api laut bernama En-onryū di bawah kolam panas Beppu, dan hingga kini uap yang muncul setiap pagi diyakini sebagai nafas naga itu.

LATAR BELAKANG PROYEK
DESA YOSHINO
(吉野魔法村)
📍 Letak: Nara Prefecture, Kansai Region
Fokus Utama:
Pusat sihir alam dan pemeliharaan roh pohon tertua di Jepang. Desa ini dikenal sebagai tempat di mana penyihir hidup berdampingan dengan hutan sakura kuno, menjaga keseimbangan antara roh alam, kehidupan manusia, dan sihir pertumbuhan. Yoshino menjadi lokasi penting bagi mereka yang mempelajari mokuryōjutsu — seni komunikasi dengan tumbuhan dan roh hutan.
Letak dan Akses:
Desa ini tersembunyi di pegunungan Yoshino, bagian selatan Prefektur Nara, Region Kansai, Jepang bagian barat. Kawasan ini secara dunia muggle merupakan salah satu tempat paling terkenal untuk menikmati mekarnya bunga sakura, terutama di sekitar Gunung Yoshino (Yoshinoyama), yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Namun di balik jalur pendakian yang ramai dikunjungi wisatawan, terdapat jalan rahasia yang hanya terbuka bagi mereka yang membawa serbuk bunga sakura suci Yoshino, yang berpendar ketika disentuh cahaya bulan. Jalan itu menuntun penyihir menuju Desa Yoshino, yang terletak di lembah hutan tertua, di mana pepohonan sakura berumur ribuan tahun berdiri seperti penjaga dunia roh.
Akses paling umum bagi kalangan sihir adalah melalui Gerbang Sakura Kuno (古櫻門, Koōmon) — sebuah torii kayu putih yang muncul hanya pada saat kelopak pertama Yoshino jatuh di awal musim semi. Untuk sampai di gerbang ini, penyihir dapat menggunakan sihir teleportasi rapalan mantra.
Bagi mereka yang merupakan penghuni desa, portal langsung dari distrik Chūshin tersedia langsung ke depan tiap hunian. Aksesnya dibatasi untuk warga terdaftar dan pegawai pemerintahan.
Geografis dan Iklim:
Wilayah Yoshino memiliki iklim pegunungan yang sejuk dan lembap. Musim semi menampilkan lautan bunga sakura yang mekar bertingkat-tingkat di lereng gunung, sementara musim panas diselimuti kabut lembut yang membawa aroma bunga dan tanah basah. Musim gugur menampilkan warna daun yang berubah dari oranye ke merah darah, dan di musim dingin salju turun tipis, menyelimuti cabang-cabang sakura tua yang tampak seperti membeku dalam waktu. Energi sihir di wilayah ini lembut dan harmonis — berasal dari akar pohon-pohon sakura purba yang konon terhubung langsung dengan dunia roh.
Klan yang Mendominasi: Klan Hanasaki (花咲家)
Keluarga tua penjaga hutan Yoshino yang menguasai Sakura no Rei-jutsu (seni pemanggilan roh bunga). Mereka bertugas menjaga roh-roh alam agar tidak tersesat ke dunia manusia dan memastikan bunga sakura Yoshino mekar tepat pada waktunya.
Klan ini dikenal memiliki kemampuan langka untuk "mendengar nyanyian pohon", yaitu bentuk komunikasi batin dengan pepohonan hidup. Kepala klan, biasanya seorang wanita, disebut Haru no Miko — Pendeta Musim Semi — yang berperan sebagai penghubung antara roh hutan dan penyihir dunia luar.
Suasana dan Kehidupan Warga:
Desa Yoshino adalah desa yang penuh kedamaian dan keindahan alami. Rumah-rumah dibangun dari kayu sakura tua dan beratap jerami, dengan taman kecil berisi lentera batu serta pohon sakura mini yang dirawat secara turun-temurun. Pagi hari selalu disambut dengan ritual hanadaki — persembahan air bunga kepada roh hutan agar musim berjalan seimbang.
Warga desa hidup sederhana dan mengikuti ritme alam: mereka menenun jimat dari serat bunga, membuat tinta sakura untuk kaligrafi magis, atau memelihara roh-roh kecil yang berbentuk kelopak bercahaya.
Setiap tahun, desa mengadakan Festival Hanami Arcanum (花見秘祭), di mana bunga-bunga sakura bermekaran di malam hari berkat mantra tanah kuno, menciptakan pemandangan langit yang berpendar lembut — saat di mana dunia manusia dan roh benar-benar bersentuhan.
Desa Yoshino bukan hanya tempat tinggal, melainkan sebuah doa hidup yang mekar setiap musim.

